Minggu, 09 Oktober 2016

KASIH DAN KETEGASAN

Minggu, 9 Oktober 2016 merupakan klimaks dari terungkapnya penipuan.
Huuft sepertinya ini bukan salah satu topik yang di mulai dengan sukacita but I really desire to share this story.

Awal tahun 2016, saya lupa tepatnya di tanggal dan bulan berapa, seorang saudara datang ke rumah untuk mengajak papa saya berbisnis catering. Bapa Uda ini (om dalam bahasa batak) bukan adik kandung papa tapi dia sudah kenal papa sejak lama dan udah di anggap adik. Malam itu mereka berbincang di pendopo samping rumah saya dikelilingi pepohonan dan udara sejuk. Dalam perbincangannya Uda meyakinkan papa untuk berbisnis bersama dia. Dia mempunyai bisnis catering untuk pabrik yang sudah berjalan cukup lama. Karena melihat potensi yang besar di bisnis ini dan mereka tidak memiliki cukup modal, akhirnya si papa quite interested untuk memberikan modalnya ke mereka.

Sangat jelas di otak saya semua pertemuan, observasi ke bisnis catering, dan juga doa - doa yang di panjatkan sebelum memulai bisnis ini, mengarahkan pada keyakinan untuk jalan terus. Di dalam hati dan niatan papa saya hanya ada keinginan untuk melihat adiknya berhasil dan maju. Kalo digambarkan seperti kertas, kertas itu putih, bersih, besar, dan luas untuk melihat sodaranya memiliki hidup yang berkecukupan. 

Jadi bisnis catering ini akan melayani enam (6) Pabrik yang ada di daerah cikarang dengan ratusan karyawan yang akan di kasih makan setiap harinya. Sehingga, kira - kira modal yang diperlukan sekitar 600 juta (bukan nilai yg kecil ya). Hoho yaa akhirnya mereka memberikan uang sejumlah tersebut ke om dan tante itu dan mempercayakan mereka mengelola uang dan bisnis nya dengan baik dan benar. 

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan bisnis ini berjalan lancar, hasil dari bisnis catering ini kelihatan, ada uang masuk ke rekening mama saya. memasuki bulan ke empat, lima, enam kenapa tiba - tiba semua pembayaran catering mandek??! Alasan mereka karena PT nya belum membayar, mama saya pas bulan pertama masih toleransi, bulan kedua menunggak pun begitu, memasuki penunggakan bulan ketiga mulai kesal. Ko bisa ya selama itu tidak membayar, akhirnya mulai dicecar dengan inspeksi ke dapur catering, di wa setiap saat, dan mereka selalu memberikan janji - janji kalau minggu ini akan dibayar sampai pada akhirnya bulan ke enam penungakkan, mama saya sudah kehabisan kesabaran dan mengancam akan meminta debt collector untuk meminta langsung ke PT yang menunggak.

Ancaman yang terakhir ini membuat Bapa Uda dan Inang Uda merasa ketar ketir, akhirnya Minggu, 9 Oktober si bapa uda datang ke rumah untuk menceritakan yang sebenarnya.. Dengan muka kacau balau, takut, resah, gelisah campur aduk menjadi satu, dia menceritakan bahwa uangnya dipake untuk membayar utang mereka yang sebesar 400jutaan. Saat itulah papa saya sangat amat murka dengan Uda ini. "Berani - berani kau ya berbohong sama abang, kau datang baik - baik ke rumah ini, kau bilang kita mau berbisnis bareng, ternyata selama ini kau bohong." Teringat jelas suara melengking dan muka membara saat papa saya berbicara ini. "Salah abang apa sama mu??! Sampai - sampai kau tega melakukan ini ke abang.. Kau tauu yaa, aku benar - benar ingin liat kau berhasil, sukses, tidak ada satupun kecurigaan abang sama kau, tapi kau menyianyiakan kepercayaanku.!" Saat itu papa saya ingin melempar kursi yang dia duduki ke muka adeknya.
Tapi PujiTuhan mama saya disaat itu tetap tenang dan bertindak sebagai penengah.

Suami istri itu terlihat sangat menyesal dengan apa yang mereka lakukan, membohongi keluarganya sendiri.. Saat itu mereka minta ampun sampai menyembah - nyembah, berjanji untuk mengembalikan uangnya. Namun, dengan semua kejadian membuat orang tua saya tidak mudah percaya lagi dengan semua janji - janji yang mereka ucapkan. Mereka terus menangis dalam penyesalan, minta diberikan waktu untuk memulai mengelola bisnis catering ini tanpa modal lagi dari kaka dan abangnya. 

Siang berganti malam dengan amarah yang sudah reda, papa saya akhirnya mengampuni mereka dengan semua konskuensi yang sudah mereka bilang jika mereka menipu lagi. Ada beberapa perjanjian yang akhirnya mereka buat untuk mengontrol bisnis ini kedepannya. Mama saya yang akan bertindak sebagai direktur dan bagian keuangannya. Oiya, dari 6 Pabrik yang dibilang hanya ada 2 yang benar dan 4 lainnya ilusi alias karangan alias tidak ada pabriknya! What a surprise ya !!

Malam hari sebelum mereka pulang, saya terhenyu dengan sebuah pemandangan, "okey, sebelumnya saya disini merasa sangat tertipu dan dikhianati dengan kalian, namun saya tau kalian adik saya dan saya mengampuni kalian. Tapi pengampunan saya jangan kalian anggap murahan, kalian harus minta ampun sama Tuhan, rukun sebagai suami istri, dan bertanggung jawab mengembalikan uang itu." Ungkap papa. Dan sebelum berakhir mereka berdoa bersama, dan saling berpelukan. 

Saya percaya kalau bukan karena kasih dari Tuhan Yesus, papa dan mama saya tidak akan bisa mengampuni, kalau bukan keberanian dari Tuhan Yesus, mereka tidak mau mengakui.
1 Korintus 13 : 13 "Dan tinggalah ketiga hal tersebut iman pengharapan dan kasih, dan yang terbesar ialah KASIH." 

Ingattlah bahwa segala sesuatu yang kita pilih di dunia pasti ada konskuensinya. Konskuensi itu harus dipertanggungjawabkan. Tuhan Yesus sendiri mengampuni dosa manusia tapi tidak menghapus konskuensi atas dosa tersebut. Jika engkau menipu sodaramu, Tuhan mengapuni dosa mu namun kau tetap harus bertanggung jawab untuk mengembalikannya. Jika engkau seorang perokok, peminum, dan pemakai narkoba, ketika engkau mengaku salah, Tuhan mengampuni tapi kau harus bertanggung jawab menahan rasa sakit untuk keluar dari jerat ketagihan.

TUHAN TIDAK MEMBECI DIRIMU YANG IA BENCI ADALAH DOSAMU.

Have a great day everyone







Semua tergantung R.E.S.P.O.N

Hiii guyss.. welcome back to my blog diary.
Hari ini aku mau cerita tentang respon itu penting lohh!
Sebenernya ini udah topik lama sihh dan temen - temen pasti udah sering denger.
Tapi gapapalah ya ku ceritain lagi, siapa tau yang lupa bisa diingatkan kembali. Yang belum tau bisa jadi tau deh..

Well story begins..........
Tanggal 15 - 17 Agustus 2016 lalu, ceritanya saya dan keluarga jalan - jalan ke semarang untuk datang ke wisuda adik saya Jonathan Humala Efraem. Iya, doi kuliah di Universitas Diponegoro, Jurusan Teknik Geologi. Well Congratulation to my brother, first.  He finally got his Engineer Bachelor. hehe.. Welcome to the real world --- Dunia Kerja wkwk.

Lanjut lagi, jadi tanggal 17 itu kami pulang lah ke jakarta naik mobil. FYI - entah kenapa keluarga gw suka banget kemana - mana naik mobil. Katanya lebih nyaman haha okelah yaa. Kayaknya lebih irit yang benar :'DDDDD. Nah selama di perjalanan pulang, di pantai utara Jawa, honestly gw bosen banget main gadget , akhirnya memutuskan untuk membaca buku. Bokap salah satu orang yang sangat sangat suka baca dan buku nya pun banyak di mobil. Oke, milih - milih buku akhirnya memutuskan untuk membaca buku "WIN LIKE A TIGER AND ......... " Buku ini genre nya motivasi. Gw ya termasuk suka baca buku motivasi, karena bener - bener di kasih pencerahan.

Nah Bab 1 bercerita tentang kunci sukses utama yang perlu di punyai oleh seseorang??
Ini hal yang pasti ingin dimiliki semua orang "SUKSES" ya kita bicara bisa dari segala sisi ya, finansial, hubungan keluarga, karir, dan lainnya.
Dibuku itu singkatnya ada 3 hal yang biasanya diperlukan untuk mencapai sukses:
1. Knowledge
2. Hardwork
3. Attitude
 Coba yuk temen - temen hitung.
Abjad itu kan ada 26 ya. A - 1 ; B - 2 ..... Z - 26 . Sekarang kita masukin aja angka ke 3 kata itu.
 Nah sekarang dari ketiga itu mana yang paling besar ?? 
Jeng ,,, jeng ,,, jeng..
Yap, tepat sekali! Attitude itu nilainya 100 alias sempurna. Hohoho..
Attitude yang di maksud apa sihh ??

Attitude dijelaskan dengan sikap atau respon positif terhadap semua hal - hal yang terjadi sama kita.
Contoh nii : ada dua orang marketer yang sedang disuruh melakukan penjualan bra ke papua. Ke daerah yang wanitanya tidak memakai bra. Lalu mareketer pertama pergi kesana, meneliti dan melihat tidak ada peluang untuk jualan bra disana. Dia pulang dan ngomong ke bos nya. "Bos jualan kita ga akan laku deh disana, semua wanita memang tidak pernah pakai bra. Udah jadi budaya mereka, udahlah ga usah kita jual kesana, rugiiiii."  Tiba - tiba marketer dua, mengajukan diri untuk pergi kesana dan wooooww responnya beda sodara - sodara.
Dia menelpon bos nya dan bilang
Marketer :"Bos.. bos.. tempat ini jadi pasar yang hebat buat jualan kita."
Bos : "loh kenapa ?? Bukan disana katanya akan rugi"
Marketer : Ga bos,, disini semua orang ga pake bra. Kita edukasi aja mereka, kita kasih tau kebaikannya, beresss. Ini pasar yang keren bossss."
Bos; "Oiyaaa.. ok ok ok kalau begitu, kita akan kirimkan berkontainer - kontainer kesana ya. Yauda kamu pulang sekarang."
Marketer : "Bentar bos saya mau cuci mata" hahaha

Gimana teman - teman, respon itu menentukkan sekali ya ternyata. Ketika kita gagal untuk pertama, kedua, ketiga, dst respon kita gimana? Mau bangkit atau yasudahlah kayaknya saya memang tidak ditakdirkan untuk sukses.. Sukses itu bukan milik orang kaya, tapi milik semua orang yang berkarakter hebat.. Jadi yuk kita sama - sama belajar memiliki sikap dan respon positif. Ketika pikiran kita positif, organ tubuh kita akan bekerja seperti apa yang kita pikirkan.

Jujur gw, ga mau cuma tau dan nulis aja. Next akan share pengalaman pribadi dari tulisan ini.
Oiya semua contoh dan tulisan ini sumber nya dari buku itu.
Coba beli dan baca bukunya supaya lebih paham.

Hehe
Tuhan Berkati yaa

Kamis, 25 Agustus 2016

I AM MARIA, CAROL, OLIN, and OLS

Wow!!
Finally I create my own blog. It's such amazing achievement because literally I am not a kind of woman who loves writing.
And now, I am writing because I just realized, I need place to share ( alias curhat ) :D and tell the world about my opinion

Who am I ??
Well, I let you know me more , but permit me to attach my photo here because I am so so "narsis". wkwk

So here I am.. Ya pretty good lah ya for amateur model :D :D

Now like seriously, I will start to introduce myself.
Begin with my name, MARIA. Maria Carolin Oktavia. Well actually Maria is not my nick name but I love that name. Yes you can call me Olin, Ols, Carol, or Maria. Just choose your favourite.

The first children of 3, the oldest, and the most "cengeng"  child.
I am a batak - you can zoom my face and find it out.
I am a woman - please feel free to see my picture :D :D 

and 24 years laterrr..............

Now I grow up as a thinker ( got my bachelor with cumlaude #sombong ), woman of full consideration, and also faithful servant of God ( my prayer, so I love to state it)
Beside all good things, I am a quite funny woman. Please don't laugh when I am writing down those reasons.
1. My friends ( ya most of them ) said that I am lola. Sad :(
2. Full of expression, sometimes I can dance, jump, or just keep silent unpredictably
3. Many times, I put wrong word in sentences. For instance, I wanna say promoter but the word that comes out is "profokator" and etc. Try to forget it. haha

Then now I am a bachelor of economics with accounting major who doesn't live as an accountant instead of a marketer :D
Though it is still economic sector but I have to learn more about sales and marketing.

Working as a business development executive makes me feel so me because it needs me to close and build engagement with new people, create networking, dig a creativity, and do marketing and selling product too.
Yaa, my highest calling is to be a businesswoman. So I think where I am working at now is parallel with my dream.

Well, I think it's enough for introduction. You will know me by next blog I create.

See you
Have a good day
May God bless you all