Senin, 06 Maret 2017

Bisnis...Bisnis..Bisnisku Jadi Nyata




Wow. It's been a long time no writes.
Banyak hal banget yang mau di share, but I think this one would become my choice :D

Jadi, jadi, jadii...
Mimpiku sejak kecil jadi nyata coyy.. (seneng bgt)
Oke ku mulai bercerita yaa.. keep reading guys.



Di suatu perjalanan ke tempat yang definitely I do really forget ya kemana waktu itu tapi yang saya ingat saat itu kelas 4 SD, disepanjang perjalanan melihat ibu-ibu, anak - anak meminta minta pedih banget hati ini.. Disaat saya bisa menikmati mobil dengan AC temen - temen saya harus meminta minta di pinggir jalan. Tiba - tiba datanglah sebuah pikiran di anak SD, just a glimpse thought "Nanti kalau udah gw udah besar mau buatin rumah buat mereka tinggal. Nah rumahnya ga gratis gw kasihnya, mereka harus membayar dengan cara mencicil tapi ya cicilannya akan dipotong dari hasil kerja mereka dengan gw".Yaa which means dari kecil saya beneran punya mimpi untuk punya bisnis. Intention-nya cuma ingin membantu mereka supaya punya rumah.

Hari-hari berlalu, lulus SD, lulus SMP, lulus SMA, eits stop dulu sampe lulus SMA. Di SMA banyak banget yang gw alami secara pribadi. Di SMA gw kenal Tuhan, bukan jadi sekedar orang kristen tapi bener pengikut Kristus (ini beda loh artinya) hehe. Mulai di ajarkan bagaimana hidup yang bermakna. Karena sesungguhnya hidup itu bukan milik kita lagi tapi milik Tuhan kita. Terus diperdalam sampai kepada mimpi, visi, dan tujuan hidup. Hmmm suatu kali gw ditanya oleh seorang kakak.
Kakak : "Dek, lu mau jadi apa besar nanti?" 
Gw : "Mau jadi orang sukses"
Kakak: "haha yaiyalah tapi mau jadi apa?"
Gw : "Wanita Karir"
Kakak : "Yauda tanya Tuhan lagi, lu disuruh jadi apa!"
Hmm yaa saat ditanya itu gw seakan lupa dengan mimpi kecil dulu tapi disuruh tanya Tuhan ya gw tanya ajalah ya.. Waktu demi waktu dengan cara unfathomable , God really shows me His plan.

Sebenernya pas SMA dan Kuliah pun masih samar - samar, masih banyak pilihan dan mau coba ini itu. Lulus kuliah pun yang gw cari mau kerja dimana ya, perusahaan apa, gaji berapa, dan apa apa lainya. Ya akhirnya saya bekerja di Schlumberger (oil & gas services no 1 di dunia katanya mereka) jadi Tax Compliance (this job really fits with my major, unfortunately does not fit my passion) jadilah saya resign dari sana. Jadilah saya di jatuhi banyak pertanyaan, kenapa resign dari sana, disana kan bagus, karir bagus, gaji besar, ketemu bule bule, and list goes on. Di bulan desember 2015, tiba - tiba temen akrab saya menawarkan pekerjaan menjadi "Brand Manager" di perusahaan start-up. Latar belakang perusahaan ini didirikan untuk membantu memperbesar UMKM yang ada di Indonesia. Ketika UMKM besar, kapasitas menyerap tenaga kerja semakin banyak, dan pengangguran berkurang. Saya seneng banget dengar latar belakang perusahaan ini yang tujuannya membantu UMKM. Tanpa berpikir lama, akhirnya nge-apply, dan tanpa proses yang lama Feb 2016 saya di terima. Tapi dalam proses melamar pekerjaan di tempat ini pun tidak mudah dan mulus. Saya sering sekali di marahin, di ejek, di sindir oleh orang tua saya "Kamu mau jadi apa di tempat begitu, semua orang cari perusahaan bagus supaya karir bagus, ini kamu malah keluar dan pindah ke tempat yang ga jelas." Bahkan sampai mau dekat - dekat februari, pertentangan itu masih ada. Tapi ya biarin aja, I know what to do ya go on aja.. hehe #jugul ya ? :D

Di start-up ini, apa yang saya lakukan beda banget dari apa yang dipelajari di kuliah. Disini belajar tentan social-media marketing, cara sales and marketing, cara join untuk exhibition, intinya cara meningkatan brand dan jualan lah. Ketika kita bicara marketing itu semua berupa strategi - strategi yang katanya sering diawang -awang tapi kalau bicara sales bicara fakta, preferensi pelanggan. Nah menyatukan ini nih yang ga mudah. Jualan yang bener itu ada cara dan teknik supaya closing! Bahkan sampai saat ini masih harus belajar dengan baca buku dan praktek.. Suatu kali saya ada project ikut exhibition di daerah BSD selama seminggu. Saat itu harus PP Bekasi - BSD yang mayan jauh. Saya tipikal yang malas nyertir kalau macet dan jauh, dan kebetulan Bekasi - BSD ada bus umum yang cuma 1 kali naik dan udah sampai. Biasanya untuk ke pangkalan Bus itu saya minta supir papa buat anterin, tapi hari rabu itu papa pergi ke kantor lebih cepet dari hari biasanya. Akhirnya saya minta mama buat anterin. Dialog dalam perjalanan

Mama : "Kamu mau kemana? Ko tumben naik dari sini?"
Olin : "Mau ke BSD ma, ada pameran se-Indonesia dan produk-ku salah satu yang dipamerkan."
Mama : "Kamu jualan?"
Olin : "Ya exhibition, pameran, ada jualannya."
Mama : "Udah mama bilang ngapain sih kamu kerja disini, ga jelas! Kamu tuh suka melawan mama ya, ga turut orang tua, susah dibilangin, mau jadi apa sih kedepan??!! Liat gini, kalau kamu di perusahaan besar kan ada mobil operasional, ga perlu naik bus, anak cewe, pulang malam, berani banget sih!" 
Olin : (diaaaaaaaaammmmm seribu bahasa dengan airmata berlinang) 

Saat udah masuk di Bus, haha I can't refrain my tears down ( meweekk ) sedih banget banget banget, maksud hati ga ingin melawan, pengen melakukan apa yang menjadi mimpi, visi, sejak kecil ko sulitt amat jalannya. Tapi saya ngerti, semua orang tua pasti ingin anaknya hidup enak, sukses, dan yang dia tau caranya seperti bekerja di tempat bagus, bonafit, dan besar. Ga salah, itu benar, tapi ya saya berbeda itu aja. Dan mereka belum bisa menerima. Tak apa :D

Saya bekerja hampir 1 tahun di tempat ini, dan tiba - tiba, di awal 2016, ada saudara "semarga" datang ke rumah minta modal usaha. Sebenernya papa mama juga sudah mencari kerjaan apa yang akan dilakukan setelah pensiun, dan mereka datang seperti jawaban doa bagi mereka. Nilai investasi yang diminta cukup besar. Tiga (3) bulan pertama terlihat pengembalian modal, namun beberapa bulan ke depan mandek, setelah diselidiki mereka memakai uang pinjaman itu untuk bayar hutang dan foya - foya. Untuk cerita selengkapnya ada di http://mariacarolinn.blogspot.co.id/2016/10/kasih-dan-ketegasan.html . Tidak ada orang yang suka di tipu, apalagi dengan keluarga sendiri. Disitu papa mama hancur hati dan bingung kenapa jalan yang diijinkan Tuhan seperti ini. Sulit dimengerti? iya. Diluar akal sehat? Iya. Tapi Puji Tuhan ditengah masalah yang menimpa, orang tua saya tetap berserah dan berharap pada Tuhan.

Harapan, demi harapan mulai terlihat, tante dan om yang menipu ini berjanji akan membayar utang mereka dengan terus menjalan bisnis ini. Tapi mereka akan di pekerjaan oleh mama. Semua operasional, nama PT, keuangan tetap keluarga kami yang kontrol. Mereka akan membantu di markerting saja. Akhirnya di awal tahun 2017, jadilah kami sewa ruko, buat dapur, mencari karyawan dan lain sebagainya. Bisnis ini jadi dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh keluarga saya. Tapi praktek penipuan masih terus ada, yang terakhir, tante diminta tolong untuk perpanjang sertifikat halal dan sertifikat hieginis tapi uangnya di bawa lari lagi. Dan dari situ dia tidak pernah nongol sampe saat ini. 
Melihat tidak ada orang yang bisa dipercaya mengelola ini full - timer, akhirnya papa meminta saya untuk mengelola bisnis ini secara full. "Kak, kamu besarin deh bisnis ini, supaya banyak orang yang bisa kita pekerjakan dan kita bisa jadi saluran berkat", kata papa. "Untungnya kamu ga kerja di Bank, ga ikut program MT, kalau begitu kita ga bisa buat bisnis ini besar.. Memang Tuhan baik, Dia sudah mengatur semuanya." Huuuuaaaaaaaaaaa ini dia, kalimat yang ditunggu dari dulu, dukungan penuh dari keluarga untuk berbisnis. Tanggal 25/02/2017, papa mengadakan rapat bersama karyawan lainnya. dan memutuskan kalau akyuuu akan mengelola bisnis iniii secara full. Artinya yaa I must learn to be #womanpreuneur. 

Cara Tuhan menjawab doa kita itu unik, ajaib, mengherankan.. Yesaya 55:8-9 "sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku. Sebab pemikiran - pemikiran -Ku bukanlah pemikiran - pemikiranmu dan jalan - jalanmu itu bukan jalan - jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan."
Sama seperti Yusuf yang dibawa Tuhan melawati hal - hal yang tidak mengenakkan dalam hidupnya, dibuang, dijadikan budak, dipenjara, tapi janji Tuhan yang diberikan kepadanya lewat mimpi digenapi ketika ia tidak menyerah akan keadaan. Jadilah kuat, Jadilah taat. 

Godbless you..